Rabu, 09 November 2011

CROSS CULTURE (Semangat, Usaha, dan Kerja Keras)


ASSALAMMUALAIKUM WR. WB.

Saya tidak mendapatkan tugas di luar daerah, jadi saya hanya menceritakan keadaan ruang lingkup sekitar Amik, Seamolec, ITB dan Merica (kosan). Pada awalnya sampai di Bandung yang bertujuan untuk registrasi ulang di ITB. Dan terlbih dahulu saya bersama Zulfiandri numpang kos ditempat anak batch3 karena, hanya kurang lebih 4-6 hari di Bandung dan akan Outbound di Tangerang. Sampai di Tangerang kami yaitu keseluruhan anak padang mencari kos dan dapat dibelakang AMIK yaitu namanya “MERICA PLACE”. Hari pertama outbound, saya kira sama dengan ospek di Politeknik Negeri Padang (alumni), ternyata intinya Cuma main-main, senang-senang, tetapi itu menunjukan bagaimana sosialisasi kita bersama teman yang baru kenal dari beberapa asal daerah, menjaga kekompokan disaat melakukan beberapa games. Disamping itu, saya tertarik dengan pelatihan entrepreneurship yaitu menjual satu atau beberapa pena dengan harga yang tidak masuk logika dan itu merupakan tantangan bagi kami semua (batch4). Tidak ada yang tidak mungkin dan kami harus bisa dan terbukti dengan penjualan perorang maupun perkelompok. Perkelompok terkumpul dari 1-2 juta hanya dalam beberapa hari.
Setelah itu, perkuliahan di AMIK, kami diajar WebGL oleh bapak Sajarwo Anggai dipanggil Nanang. Saya terus terang sangat senang belajar yang berhubungan dengan pemograman karena sudah lama tidak belajar pemograman. Setelah berlanjut, sesuai dengan jurusan yang saya ambil yaitu ANIMASI, mendengar akan diajarkan yang berhubungan dengan animasi yakni blender. Dulu saya berpikir, bagaimana cara membuat animasi atau yang biasa disebut kartun terutama kartu Jepang. Saya termasuk penggemar kartun Jepang baik jalan cerita, kreativitas, karakter dan sebagainya.  Ternyata susah membuatnya, terutama gerakan/animasi dan pembuatan karakter. Setelah itu belajar mjeni, LMS, BlackBerry, mgatot, RPG Maker,Android, SMS (Seamolec Multi Studio) dan Musik Digital yang kadang-kadang di AMIK dan Seamolec. Saya sangat beruntung bisa belajar semuanya, dengan usaha, kegigihan dan kesabaran kami dalam menyelesaikan bidang studi, tugas, magang dan lain-lain. Ini membutuhkan kesehatan, pengaturan jadwal dan cara hidup yang sangat berbeda dari saya bahkan semua anak Padang, cara belajar di Seamolec karena sistemnya blok tiap bidang studi. Membuat tugas yang sangat banyak dan harus tiap hari begadang dan ditambah lagi bangun pagi yaitu jam 06.00 karena antri mandi di Merica Place untuk melaksanakan karakter building mulai jam 07.00.
Tapi saya sungguh senang kembali lagi untuk belajar disiplin seperti di Secata Diksarlin, Padang (tempatnya tentara).
Selama magang, saya ditempatkan di SIT Fajar Hidayah. Kata teman-teman yang asal dari daerah sekitar bahwa tempat magang saya jauh yaitu di kota wisata, cibubur dekat depok. Harus naik angkot 3 kali dan ditambah lagi dengan keadaan/cuaca yang sangat panas. Kami yaitu Joni Rahmat (saya sendiri) Munandar Ziswandi dan Melysa Sparingga mengajarkan tentang RPG Maker VX yang telah didapatkan/dipelajari dari Seamolec yang cuma 3 hari. Dan kami harus optimis menyelesaikannya. Dan itupun selesai dengan baik, lancar dan memuaskan.

Pesan yang disampaikan yaitu :
·       Education adalah  salah satu untuk mempererat persaudaraan dan persahabatan yang terjadi demi kesejahteraan, kesuksesan serta kenyamanan dalam kehidupan.
·        Bagaimana memperjuangkan hidup, baik senang maupun susah. Apabila sudah sukses jangan sombong, ajak teman lain untuk meraih impian dengan semangat, usaha dan kerja keras.

Begitulah cerita tentang cross culture dari saya (Joni Rahmat)

Terima kasih.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host